Alasan masuk IPB?

Saya tertarik pada bidang pertanian,oleh karena itulah saya memilih IPB sebagai tempat kuliah saya selama ini.Saya masuk IPB melalui jalur SNMPTN pada saat itu banyak sekali saingan saya untuk masuk di salah satu universitas favorit ini,awalnya saya kurang yakin untuk dapat menjadi salah satu mahasiswi di IPB mengingat bahwa bangku yang tersedia disini sangat terbatas pada saat itu tidak lebih dari 16 bangku yang tersedia.Dengan bantuan alllah SWT,dukungan keluarga dan teman-teman serta semangat pada diri saya akhirnya saya dapat masuk ke IPB dan kuliah disana.Menurut saya,untuk ukuran bidang ilmu pertanian IPB tetap pada urutan yang pertama itulah pula salah satu alasan saya memilih IPB,berhubung saya telah memilih INSTITUT PERTANIAN BOGOR,yang notabandnya memang sekolah pertanian,maka saya mengambil jurusan yang langsung berhubungan dengan pertanian dan saya pilih yang akreditas dan peluang masa depan baik yaitu departemen AGRONOMI & HORTIKULTURA.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

praktikum penkom

awalnya kelas praktikum penkom sangat menyebalkan dengan fasilitasnya yang kurang memadai,seperti komputer yang lambat dan tidak lengkap aplikasinya.tetapi ruangan cukup nyaman karena sejuk dengan AC.Setelah beberapa minggu komputer telah diganti dengan kondisi yang lebih memadai dan proses pembelajaran lebih efisien pada saat itu.Saya cukup nyaman dengan suasana dan cara kakak asprak memberi pemahaman,karena kakak asprak dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk bertanya atau berpendapat.Praktikum penkom sangat membantu untuk memahami materi mata kuliah yang sedang dipelajari karena langsung ke praktiknya.Aplikasi dari tugas-tugas tersebut diantaranya membuat slide,operasi microsoft excel,word dan office.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

hortikultura

Kata Hortikultura (Horticulture) berasal dari Bahasa Latin ‘hortus’ yang artinya kebun dan ‘colere’ yang artinya membudidayakan. Jadi hortikultura adalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda dengan Agronomi, yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan. Budidaya di kebun bersifat lebih intensif, padat modal dan tenaga kerja. Namun, hortikultura akan akan menghasilkan pengembalian, apakah berupa keuntungan ekonomi atau kesenangan pribadi, yang sesuai dengan usaha yang intensif tersebut. Praktek hortikultura merupakan tradisi yang telah berkembang sejak sangat lama. Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi. Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas hortikultura yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi maupun kesenangan pribadi. Dalam prakteknya, semua itu tidak terlepas dari seni.

Komoditas hortikultura berbeda dengan komoditas agronomi. Pada umumnya komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup sehingga perisibel (mudah rusak), dan air merupakan komponen penting dalam kualitas. Di lain pihak, komoditas agronomi dimanfaatkan sesudah dikeringkan, sehingga tidak hidup lagi. Tergantung pada cara pemanfaatannya, suatu spesies yang sama bisa tergolong menjadi komoditas hortikultura atau agronomi. Sebagai contoh, jagung (Zea mays). Jagung yang dipanen muda untuk sayuran (baby corn) atau sebagai jagung manis rebus (sweet corn) adalah komoditas hortikultura, tetapi jagung yang dipanen tua untuk makanan pokok, tepung maizena, atau makanan ternak adalah tanaman agronomi. Jagung tersebut walaupun sama spesiesnya, tetapi cara produksi dan pemanfaatan hasilnya sangat berbeda. Demikian pula kelapa, kalau dipanen muda untuk es kelapa, buah ini termasuk hortikultura, tetapi kalau dipanen tua untuk santan atau produksi minyak, dia menjadi komoditas agronomi.

Budaya masyarakat juga mempengaruhi penggolongan tanaman. Sebagai contoh, kentang di Indonesia adalah tanaman hortikultura, tetapi di Amerika Serikat termasuk tanaman agronomi. Ubi jalar di Indonesia adalah tanaman agronomi, tetapi di Jepang adalah tanaman hortikultura. Yang menarik adalah kelompok tanaman industri seperti kopi, kakao, teh di Indonesia digolongkan pada tanaman agronomi, padahal ini adalah tanaman kebun yang secara Internasional seringkali masuk dalam kelompok tanaman hortikultura.

Komoditas hortikultura adalah kelompok komoditas yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, bunga, tanaman hias dan tanaman biofarmaka. Kalau dilihat dari cara penggunaan, habitus tanamannya maupun fungsinya, nampaknya kelima kelompok anggota hortikultura merupakan komoditas-komoditas yang sangat berbeda satu dengan yang lain. Buah-buahan dan sayuran dikonsumsi sebagai pangan manusia, sedangkan bunga dan tanaman hias tidak dimakan, dan tanaman obat lain lagi penggunaannya. Pohon buah-buahan sebagian besar habitusnya adalah pohon, sedangkan sayuran adalah herba. Tetapi sebenarnya seluruh komoditas hortikultura mempunyai ciri penting yang sama satu dengan yang lain.

Posted in Uncategorized | Leave a comment